Cara Vertical Centering Menggunakan CSS

Vertical centering berarti mengatur agar konten halaman web berada di tengah dari sudut pandang vertikal. Ada banyak cara untuk melakukannya, baik menggunakan HTML, CSS, ataupun yang lain. Tapi yang berikut ini adalah favorit saya.

(lebih…)

Iklan

Langit Tetangga Lebih Indah

Jakarta, Indonesia

Aku ingin tinggal di bulan.

Seratus tahun yang lalu mungkin keinginanku ini hanyalah angan-angan. Tapi sekarang, seiring dengan majunya teknologi, sudah banyak manusia yang tinggal di sana, membentuk koloni-koloni.

Tinggal di bulan jelas lebih enak daripada di bumi.

Alasannya? Ada banyak.
(lebih…)

Formulir Masa Depan

Aaah… bingung…

Di depanku terhampar sebuah kertas, formulir yang harus kuisi. Tadi pagi wali kelasku membagikan formulir-formulir ini ke anak sekelas, dalam rangka survei masa depan katanya.

Dalam formulir ini, ada pertanyaan-pertanyaan, isian, dan bahkan essai yang harus diisi. Semacam ‘Apa motivasi hidup anda?’, ‘Universitas dan fakultas yang ingin anda masuki setelah lulus SMA adalah…’, dan ‘Tuliskan rencana masa depan anda di bawah ini’ lah.

Jujur saja, jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini belum kupikirkan sama sekali.

Kenapa juga mereka ingin tahu hal-hal begini sih? Tahu gak tahu pun gak akan ada bedanya.

Merepotkan.
(lebih…)

Pidato Wisudawan Terbaik, Memukau tetapi Sekaligus “Menakutkan”

Dunia butuh lebih banyak pencerahan seperti ini :)

Catatanku

Setiap acara wisuda di kampus ITB selalu ada pidato sambutan dari salah seorang wisudawan. Biasanya yang terpilih memberikan pidato sambutan adalah pribadi yang unik, tetapi tidak selalu yang mempunyai IPK terbaik. Sepanjang yang saya pernah ikuti, isi pidatonya kebanyakan tidak terlalu istimewa, paling-paling isinya kenangan memorabilia selama menimba ilmu di kampus ITB, kehidupan mahasiswa selama kuliah, pesan-pesan, dan ucapan terima kasih kepada dosen dan teman-teman civitas academica.

Namun, yang saya tulis dalam posting-an ini bukan pidato wisudawan ITB, tetapi wisudawan SMA di Amerika. Beberapa hari yang lalu saya menerima kiriman surel dari teman di milis dosen yang isinya cuplikan pidato Erica Goldson (siswi SMA) pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010. Erica Goldson adalah wisudawan yang lulus dengan nilai terbaik pada tahun itu. Isi pidatonya sangat menarik dan menurut saya sangat memukau. Namun, setelah saya membacanya, ada rasa keprihatinan yang muncul (nanti saya jelaskan).Cuplikan…

Lihat pos aslinya 2.517 kata lagi

Kenapa?

Sebenernya, apa sih yang lo pikirin?

Gue bingung.

Bukannya, lo adalah orang yang paling menjunjung tinggi keadilan dan kebebasan?

Air mata gue mulai berlinang, meski langsung tersamar oleh hujan lebat yang terus turun, begitu ingatan perjuangan kita berputar kembali di pikiran.

(lebih…)

Review Penguin Summer

Cover Penguin Summer

Akhirnya setelah sekian lama menunggu, light novel (atau ‘Lite Novel’ dalam bahasa penerbitnya, Shining Rose Media) Penguin Summer terbit juga di Indonesia.

Terbitnya Penguin Summer ini cukup bisa mengobati kerinduan para pecinta light novel di Indonesia yang sudah cukup lama tidak mendapati adanya light novel terjemahan (beda dengan manga yang terjemahannya banyaaak sekali).

(lebih…)

Rumah di Atas Awan

Sebenarnya ini rahasia, tapi rumahku terletak di atas awan.

Bukan awan biasa tentunya, tapi awan abadi yang saat ini berlabuh di puncak gunung dekat sekolahku berada.

Punya rumah di atas awan tentu ada untung dan ruginya.

Untungnya itu yang pertama dan yang paling penting, keluarga kami tidak perlu membayar pajak bumi dan bangunan.

Mungkin bagi kawan-kawan yang kaya hal ini bukanlah hal yang seberapa, tapi bagi keluarga kami yang selalu berhemat, ini merupakan hal yang sangat penting.

Selain kebebasan kami dari pajak, ada banyak keuntungan lainnya dengan bertempat tinggal di atas awan. Misalnya saja tidak pernah kebanjiran, tidak ada nyamuk, bisa melihat bintang-bintang dengan jelas, dan banyak lagi.

Tapi ruginya juga pasti ada. Seperti tidak bisa bermain bola karena bola yang jatuh tidak bisa diambil, susah mendapatkan sinyal TV, sampai panjangnya waktu perjalanan pergi sekolah. Saat hari pertama masuk sekolah pun, aku datang terlambat karena parasut yang kunaiki tertiup angin kencang ke arah yang berlawanan.

Sebenarnya kalau dihitung-hitung, mungkin rumah di atas awan lebih banyak ruginya daripada untungnya?

Walaupun begitu, aku tetap mencintai rumahku ini dengan segala keunikannya.
(lebih…)