Langit Tetangga Lebih Indah

Jakarta, Indonesia

Aku ingin tinggal di bulan.

Seratus tahun yang lalu mungkin keinginanku ini hanyalah angan-angan. Tapi sekarang, seiring dengan majunya teknologi, sudah banyak manusia yang tinggal di sana, membentuk koloni-koloni.

Tinggal di bulan jelas lebih enak daripada di bumi.

Alasannya? Ada banyak.

Misalnya saja, di bulan itu gravitasinya lemah, jadi kita bisa terbang melayang-layang di udara. Kita juga tak perlu takut jatuh atau memecahkan barang-barang. Di sana juga tidak ada nyamuk dan serangga-serangga menyebalkan lainnya. Dan lagi, tak terbayang olehku betapa serunya bermain sepak bola 3 dimensi seperti yang disiarkan di acara-acara TV. Ah, tapi balap mobil 3 dimensi sepertinya seru juga.

Kemudian lagi, di bulan itu kita tidak perlu takut kepanasan, kedinginan, atau bahkan kehujanan sekalipun. Tidak seperti di sini yang cuacanya berubah-ubah terus, menyusahkan orang yang tidak siap mengalaminya. Sebabnya adalah seluruh kondisi koloni bulan diregulasi oleh teknologi-teknologi tercanggih yang ada, manifestasi dari puncak pengetahuan manusia. Membayangkan betapa enaknya tinggal di kota masa depan itu selalu membuatku lupa waktu.

Dan yang terakhir, di bulan itu langitnya lebih indah. Planet-planet di sistem tata surya kita yang biasanya tak terlihat dari bumi bisa nampak jelas dari bulan. Meteor-meteor beserta komet-komet dan asteroid-asteroid juga bisa diobservasi dengan mudah. Tapi yang paling penting, bintang-bintang yang tak terhingga banyaknya selalu tersedia untuk dinikmati setiap hari. Tidak seperti di sini yang gara-gara polusi cahaya melihat belasan bintang saja sudah syukur. Oh iya, aku juga penasaran bagaimana bumi terlihat dari sana.

Fuuh…

Semoga saja suatu saat nanti aku bisa pindah ke sana. Doakan ya.

Koloni Astral ke-13, Bulan

Aku ingin tinggal di bumi.

Seratus tahun lalu, mustahil ada orang yang berpikiran seperti ini, secara semua orang pasti lahir dan tumbuh besar di planet indah itu. Tapi sekarang, manusia malah membentuk koloni-koloni di bulan, meninggalkan “rumah” mereka yang nyaman.

Aneh-aneh saja.

Bukankah sudah sangat jelas kalau tinggal di bumi itu lebih enak daripada di bulan?

Yang pertama, di bumi itu gravitasinya lebih kuat, jadi kita bisa berjalan menapak tanah tanpa takut kehilangan pijakan sehingga terjebak melayang-layang tanpa arah. Terus, kita juga tidak perlu khawatir jika ada air yang tumpah di sana karena sudah pasti jatuh ke bawah, jadinya mudah dibersihkan. Tidak seperti di sini yang airnya selalu terbang-terbang tidak jelas dan kadang meninggalkan noda-noda yang terpencar di dinding. Omong-omong tentang air, akhir-akhir ini aku selalu bermimpi mengenai betapa enaknya bermain di sesuatu yang bernama “lautan”.

Yang kedua, di bumi itu ada atmosfernya. Jadi kita tidak perlu takut akan bahaya radiasi sinar matahari dan hantaman meteor yang konstan mengancam kehidupan seperti di sini. Di bumi juga ada banyak fenomena yang mengagumkan, seperti hujan panas, gugurnya daun-daun di musim gugur, dan embun-embun pagi yang menyegarkan. Oh iya, jangan lupa, ada salju juga!

Yang ketiga, di bumi itu langitnya lebih indah. Berbeda dengan langit di sini yang selalu itu-itu saja, di sana langitnya amat bervariasi. Dari langit biru cerah, merah saat matahari terbenam, sampai langit mendung dan hujan yang katanya sangat cocok untuk tidur. Di sana juga ada awan-awan yang bentuknya beraneka ragam. Asal kalian tahu saja, belakangan ini, membaca buku di alam terbuka bersama teman-teman selagi dipayungi oleh awan-awan yang cantik selalu menjadi tema khayalanku. Pasti seru.

Haah…

Semoga saja suatu saat nanti aku bisa pindah ke sana. Doakan ya.

(Selesai)

Iklan

One thought on “Langit Tetangga Lebih Indah

Tulis Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: